Senin, 08 Januari 2018

Hidrokarbon 1 (alkana, alkena, alkuna dan alkil halida)

HIDROKARBON
Alkana, Alkena Alkuna
Karbon mempunyai nomor atom 6 dengan konfigurasi 6C = 2, 4, mempunyai 4 elektron valensi (elektron pada kulit terluar). Untuk memperoleh 8 elektron (oktet) pada kulit terluarnya (elektron valensi) dibutuhkan 4 elektron sehingga masing-masing elektron valensi mencari pasangan elektron dengan atom-atom lainnya.
Kekhasan atom karbon adalah kemampuannya untuk berikatan dengan atom karbon yang lain membentuk rantai karbon. Bentuk rantai2 karbon yang paling sederhana adalah Hidrokarbon. Hidrokarbon hanya tersusun dari dua unsur yaitu Hidrogen dan Karbon.

Berdasarkan jumlah atom C yang terikat, maka atom C dibedakan menjadi :
a. Atom C primer, yaitu atom C yang mengikat satu atom C yang lain.
b. Atom C sekunder, yaitu atom C yang mengikat dua atom C yang lain.
c. Atom C tersier, yaitu atom C yang mengikat tiga atom C yang lain.
d. Atom C kwarterner, yaitu atom C yang mengikat empat atom C yang lain.


•  atom C primer, atom C nomor 1, 7, 8, 9 dan 10 (warna hijau)
•  atom C sekunder, atom C nomor 2, 4 dan 6 (warna biru)
•  atom C tersier, atom C nomor 3 (warna kuning)
•  atom C kwarterner, atom C nomor 5 (warna merah)

Berdasarkan bentuk rantai karbonnya :
•    Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai lurus/terbuka yang jenuh (ikatan tunggal/alkana) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap/alkena atau alkuna).
•    Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin).
•   Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian (konjugasi)

Berdasarkan ikatan yang ada dalam rantai C-nya, hidrokarbon alifatik dibedakan atas :
1. Alkana (CnH2n+2)
2. Alkena (CnH2n)
3. Alkuna (CnH2n-2)
Keterangan : n = 1, 2, 3, 4, .......dst

Alkana (Parafin)
adalah hidrokarbon yang rantai C nya hanya terdiri dari ikatan kovalen tunggal saja. disebut sebagai hidrokarbon jenuh karena hanya terdiri atas ikatan tungga.

Sifat-sifat Alkana
  1. Hidrokarbon jenuh (tidak ada ikatan atom C rangkap sehingga jumlah atom H nya maksimal)
  2. Disebut golongan parafin karena affinitas kecil (sedikit gaya gabung)
  3. Sukar bereaksi
  4. Bentuk Alkana dengan rantai C1 – C4 pada suhu kamar adalah gas, C4 – C17  pada suhu adalah cair dan > C18  pada suhu kamar adalah padat
  5. Titik didih makin tinggi bila unsur C nya bertambah...dan bila jumlah atom C sama maka yang bercabang mempunyai titik didih yang lebih rendah
  6. Sifat kelarutan : mudah larut dalam pelarut non polar
  7. Massa jenisnya naik seiring dengan penambahan jumlah unsur C
  8. Merupakan sumber utama gas alam dan petrolium (minyak bumi)
Rumus umumnya CnH2n+2

Deret homolog alkana
Deret homolog adalah suatu golongan/kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai rantai terbuka tanpa cabang atau dengan cabang yang nomor cabangnya sama.

Sifat-sifat deret homolog alkana :
o Mempunyai sifat kimia yang mirip
o Mempunyai rumus umum yang sama
o Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14
o Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya

n    Rumus                     Nama
1.     CH4                    =   metana
2 .    C2H6                   =   etana
3 .     C3H8                  =   propana
4.      C4H10                =   butana
5.      C5H12                         =   pentana
6.      C6H14                =   heksana
7.      C7H16                =   heptana
8.      C8H18                =   oktana
9.      C9H20                =   nonana
10.    C10H22               =   dekana
11.    C11H24               =   undekana
12.    C12H26               =   dodekana



TATA NAMA ALKANA
1. Nama alkana didasarkan pada rantai C terpanjang sebagai rantai utama. Apabila ada dua atau lebih rantai yang terpanjang maka dipilih yang jumlah cabangnya terbanyak
2. Cabang merupakan rantai C yang terikat pada rantai utama. di depan nama alkananya ditulis nomor dan nama cabang. Nama cabang sesuai dengan nama alkana dengan mengganti akhiran ana dengan akhiran il (alkil).
3. Jika terdapat beberapa cabang yang sama, maka nama cabang yang jumlah C nya sama disebutkan sekali tetapi dilengkapi dengan awalan yang menyatakan jumlah seluruh cabang tersebut. Nomor atom C tempat cabang terikat harus dituliskan sebanyak cabang yang ada (jumlah nomor yang dituliskan = awalan yang digunakan), yaitu di = 2, tri = 3, tetra =4, penta = 5 dan seterusnya.
4. Untuk cabang yang jumlah C nya berbeda diurutkan sesuai dengan urutan abjad ( etil lebih dulu dari metil ).
5. Nomor cabang dihitung dari ujung rantai utama yang terdekat dengan cabang. Apabila letak cabang yang terdekat dengan kedua sama dimulai dari :
• Cabang yang urutan abjadnya lebih dulu ( etil lebih dulu dari metil )
• Cabang yang jumlahnya lebih banyak ( dua cabang dulu dari satu cabang )


Contoh   :
Apakah nama hidrokarbon di bawah ini ?


Urutan penamaan :    nomor cabang - nana cabang - nama rantai induk
namanya          :    3 etil 2,6 dimetil oktana


CH3 (warna hijau) merupakan ujung rantai
CH2 (warna biru) merupakan bagian tenganh rantai lurus
CH (warna  oranye) percabangan tiga
C (warna merah) percabangan empat

Kegunaan alkana, sebagai :
• Bahan bakar
• Pelarut
• Sumber hidrogen
• Pelumas
• Bahan baku untuk senyawa organik lain
• Bahan baku industri

Alkena (Olefin)

merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 2 (-C=C-)

Sifat-sifat Alkena
  • Hidrokarbon tak jenuh ikatan rangkap dua
  • Alkena disebut juga olefin (pembentuk minyak)
  • Sifat fisiologis lebih aktif (sbg obat tidur --> 2-metil-2-butena)
  • Sifat sama dengan Alkana, tapi lebih reaktif
  • Sifat-sifat : gas tak berwarna, dapat dibakar, bau yang khas, eksplosif dalam udara (pada konsentrasi 3 – 34 %)
  • Terdapat dalam gas batu bara biasa pada proses “cracking”
Rumus umumnya CnH2n

TATA NAMA ALKENA

hampir  sama dengan penamaan pada Alkana dengan perbedaan :
  • Rantai utama harus mengandung ikatan rangkap dan dipilih yang terpanjang. Nama rantai utama juga mirip dengan alkana dengan mengganti akhiran -ana dengan -ena. Sehingga pemilihan rantai atom C terpanjang dimulai dari C rangkap ke sebelah kanan dan kirinya dan dipilih sebelah kanan dan kiri yang terpanjang.
  • Nomor posisi ikatan rangkap ditulis di depan nama rantai utama dan dihitung dari ujung  sampai letak ikatan rangkap yang nomor urut C nya terkecil.
  • Urutan nomor posisi rantai cabang sama seperti urutan penomoran ikatan cabang rantai  utama.
Contoh  :



namanya       :   3 etil 4 metil 1 pentena 

Kegunaan Alkena sebagai :
  • Dapat digunakan sebagai obat bius (dicampur dengan O2)
  • Untuk memasakkan buah-buahan
  • bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol.
Alkuna

merupakan senyawa hidrokarbon tak jenuh yang memiliki 1 ikatan rangkap 3  (–C≡C–). Sifat-nya sama dengan Alkena namun lebih reaktif.

Rumus umumnya CnH2n-2

  Tata namanya juga sama dengan Alkena namun akhiran -ena diganti -una
Kegunaan Alkuna sebagai  :
  • etuna (asetilena = C2H2) digunakan untuk mengelas besi dan baja.
  • untuk penerangan 
  • Sintesis senyawa lain.
Alkil Halida (Haloalkana)

Senyawa alkil halida merupakan senyawa hidrokarbon baik jenuh maupun tak jenuh yang satu unsur H-nya atau lebih digantikan oleh unsur halogen (X = Br, Cl. I)

Sifat fisika Alkil Halida :
  • Mempunyai titik  lebih tinggi dari pada titik didih Alkana dengan jumlah unsur C yang sama.
  • Tidak larut dalam air, tapi larut dalam pelarut organik tertentu.
  • Senyawa-senyawa bromo, iodo dan polikloro lebih berat dari pada air.
Struktur Alkil Halida  : R-X 
Keterangan :
R = senyawa hidrokarbon
X = Br (bromo), Cl (kloro) dan  I (Iodo)

Berdasarkan letak alkil dalam hidrokarbon di bagi menjadi :
  • Alkil halida primer, bila diikat atom C primer
  • Alkil halida sekunder, bila diikat atom C sekunder
  • Alkil halida tersier, bila diikat atom C tersier
CH3-CH2-CH2-CH2-Cl          (CH3)2CH-Br                 (CH3)3C-Br
               Primer                         sekunder                       tersier

Pembuatan Alkil Halida
  1. Dari alkohol
  2. Halogenasi
  3. Adisi hidrogen halida dari alkena
  4. Adisi halogen dari alkena dan alkuna
Penggunaan Alkil Halida :
  • Kloroform (CHCl3) : pelarut untuk lemak, obat bius (dibubuhi etanol, disimpan dalam botol coklat, diisi sampai penuh).
  • Tetraklorometana = karbontetraklorida (CCl4) : pelarut untuk lemak, alat pemadam kebakaran (Pyrene).
  • Freon (Freon 12 = CCl2F2, Freon 22 = CHCl2F) : pendingin lemari es, alat “air conditioner”, sebagai propellant (penyebar) kosmetik, insektisida, dsb.

 Link download : Materi HK 1

Minggu, 26 Maret 2017

Larutan Penyangga (Buffer)

LARUTAN PENYANGGA (BUFFER)


Ket : Ka= konstanta asam; na=mol asam; nb=mol basa
Kb= konstanta basa;  ng=mol garam; Mb=molaritas basa
Ma=molaritas asam; Mg=molaritas garam

Ada 2 jenis penyangga :

Penyangga asam→ larutan penyangga yang terbentuk dari campuran asam lemah dengan basa konjugasinya (garamnya).
Contoh : Campuran antara CH3COOH dengan CH3COONa
Penyangga basa larutan penyangga yang terbentuk dari campuran basa lemah dengan asam konjugasinya (garamnya).
Contoh : Campuran antara NH4OH dengan NH4Cl
  
Cara Kerja Larutan Penyangga
Larutan Penyangga Asam
Larutan Penyangga Basa
Pada penambahan asam (H+)
CH3COO- + H+ ↔ CH3COOH
Pada penambahan asam (H+)
NH3 + H+ ↔ NH4+
Pada penambahan basa (OH-)
CH3COOH + OH- ↔ CH3COO- + H2O
Pada penambahan basa (OH-)
NH4+ + OH- ↔ NH3 + H2O

Fungsi Larutan Penyangga



1.       Kerja enzim hanya efektif pada pH tertentu, berarti memerlukan sistem penyangga
2.       Dalam sel tubuh diperlukan sistem penyangga dari pasangan H2PO4- dan HPO42- yaitu untuk kesetimbangan pH dalam ginjal, air liur, dan urin


3.       Untuk mempertahankan pH darah sekitar 7,3 – 7,5 diperlukan sistem penyangga H2CO3 dan HCO3-

4.       Untuk mempertahankan pH biakan murni diperlukan sistem penyangga dari NaH2PO4 dan Na2HPO4

Sabtu, 25 Maret 2017

Quis Kelarutan dan Hasil Kali Kelarutan

KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN


KELARUTAN
                     
                                   (Courtesy from : YouTube)

Kelarutan (solubility) dilambangkan dengan lambang s adalah jumlah maksimum suatu zat yang dapat larut dalam pelarut tertentu. Satuan kelarutan dinyatakan dalam gram/ Liter atau mol/ Liter.
HUBUNGAN KELARUTAN DAN HASIL KALI KELARUTAN (Ksp)
Diketahui reaksi :  AxBy (s) → xAy+ (aq) + yBx– (aq)
   Maka hasil kali kelarutannya dilambangkan dengan:

  

PENGARUH PENAMBAHAN ION SENAMA TERHADAP KELARUTAN



HUBUNGAN pH DENGAN Ksp
Tahap penyelesaian pH Ksp : pH atau pOH  [H+] atau [OH-] Molaritas ion  Ksp
Tahap penyelesaian Ksp pH : Ksp   Molaritas ion [H+] atau [OH-]   pH atau pOH
Contoh soal : 
Hitunglah kelarutan Mg(OH)2
dalam larutan yang memiliki pH=12 (Ksp Mg(OH)2 = 1,5 x 10-11)
Penyelesaian : pOH = 14-12 =2, maka [OH-]=10-2 molL-1
                         Ksp Mg(OH)2 = [Mg2+][OH-]2
                         1,5 . 10-11 = [Mg2+][10-2]2
                         [Mg2+] = 1,5 10-7
                         Kelarutan Mg(OH)2 pada pH=12 adalah = 1,5.10-7 molL-1

REAKSI PENGENDAPAN
Jika : 1. Qc > Ksp maka terjadi endapan
           2. Qc = Ksp maka larutan tepat jenuh
           3. Qc < Ksp maka larutan belum jenuh (tidak mengendap)